INTELEGENSI DAN KREATIVITAS
A.
Pengertian
Intelegensi
Gagasan modern tentang kecerdasan
pertama kali dikemukakan oleh Francis Galton (dalam Riyanto, 2002) yang sukses
meneliti hubungan keluarga istimewa. Dimana dari 400 orang istimewa dengan
berbagai golongan melahirkan keturunan yang istimewa juga. Di sini dapat
disimpulkan bahwa kecerdasan itu terkait dengan gen (keturunan). Sedangkan
secara morfologi menurut Hornby (1995; dalam Riyanto, 2002) Intelegensi berarti “the power of
learning, understanding, and reasoning, mental ability”. Intelegensi adalah kemampuan belajar, memahami dan memberikan alasan yang kesemuanya itu merupakan kemampuan mental.
learning, understanding, and reasoning, mental ability”. Intelegensi adalah kemampuan belajar, memahami dan memberikan alasan yang kesemuanya itu merupakan kemampuan mental.
B.
Multiple
Intelegensi (kecerdasan Majemuk)
Gardner memetakan lingkup kemampuan
manusia yang luas menjadi sembilan “kecerdasan dasar”, diantaranya:
1. Kecerdasan Linguistik,
kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik secara lisan (misalnya, pendongeng
atau orator) maupun tertulis (misalnya, penulis drama atau wartawan)
2. Kecerdasan Matematis-Logis,
kecerdasan menggunakan angka dengan baik (misalnya, ahli matematika atau ahli
statistik) dan melakukan penalaran yang benar (misalnya, ilmuan atau ahli
logika)
3. Kecerdasan Spasial,
kemampuan mempersepsikan dunia spasial-visual secara akurat(misalnya, pemburu,
pemandu atau pemburu) dan mentransformasikan persepsi dunia spasial-visual
tersebut(misalnya dekorator interior atau arsitek).
4. Kecerdasan Kinetis-jasmani, keahlian
menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan (misalnya
sebagai aktor atau penari).
5. Kecerdasan Musikal,
kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal, dengan cara mempersepsi (misalnya
sebagai pemikat musik) membedakan musik (misalnya kritikus musik), mengubah
(misalnya seorang komposer) dan mengekspresikan (misalnya sebagai penyanyi).
6. Kecerdasan Interpersonal,
kemampuan mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi serta
perasaan orang lain.
7. Kecerdasan Intrapersonal,
kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut.
8. Kecerdasan Naturalis, keahlian
mengenali dan mengategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar.
9. Kecerdasan Eksistensial, kecerdasan
yang berhubungan dengan kapasitas dan kemampuan. (Gardner, 2003).
C.
Pengertian
Kreativitas
Kreativitas adalah suatu proses yang
menuntut keseimbangan dan aplikasi dari ketiga aspek esensial kecerdasan
analisis, kreatif dan praktis, beberapa aspek yang ketika digunakan secara kombinatif dan seimbang akan melahirkan
kecerdasan kesuksesan.
D.
Berpikir
Kreatif
Steve Cortis
seorang pengusaha dan pakar kreativitas mengatakan “kita semua lahir dengan
kreativitas dan jika Anda yakin Anda adalah orang kreatif, Anda akan menemukan
cara yang kreatif untuk mengatasi masalah harian Anda dengan baik dalam
pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi Anda.”
Yang diperlukan
dalam berpikir kreatif adalah rasa ingin tahu, kesanggupan mengambil resiko dan
dorongan untuk membuat segalanya berhasil. Tanpa memulai upaya ini, musrahil
menjadi orang kreatif.
E.
Ciri-ciri
Kepribadian Kreatif cukup baik
Sund (dalam Riyanto, 2002) menyatakan bahwa individu
dengan potensi kreatif dapat di kenal melalui pengamatan dengan ciri-ciri
sebagai berikut:
1. Hasrat
keingintahuan yang cukup besar
2. Bersikap
terbuka terhadap pengalaman baru
3. Panjang/banyak
akal
4. Keingintahuan
untuk menemukan dan meneliti
5. Cenderung
mencari jawaban yang luas dan memuaskan
6. Memiliki
dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas
7. Berpikir
fleksibel
8. Menanggapi
pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban lebih banyak
9. Kemampuan
membuat analisis dan sintesis
10. Memiliki
semangat bertanya serta meneliti
11. Memiliki
daya abstraksi yang cukup baik
12. Memiliki
latar belakang membaca yang cukup luas
F.
Cara
Mengajarkan Kreatif
Menurur Klausmeimer, langkah-langkah yang diperlukan
dalam pembentukan keterampilan dalam memecahkan masalah berlaku pula untuk
pembentukan kreativitas. Sekolah dapat menolong siswa mengembangkan keterampilan
memecahkan masalah dan sekaligus mengembangkan kreativitas melalui
langkah-langkah sebagi berikut:
1. Menolong
siswa mengenal masalah-masalah untuk dipecahkan
2. Menolong
siswa menemukan informasi, pengertian-pengertian, asas-asas, dan metode-metode
yang perlu untuk memecahkan masalah.
3. Menolong
siswa merumuskan dan membatasi masalah
4. Menolong
siswa mengalah dan kemudian menerapkan informasi, pengertiaan, asas-asas, dan
metode-metode itu pada masalah tersebut untuk memperoleh
kemungkinan-kemungkinan pemecahan (hipotesis)
5. Mendorong
siswa merumuskan dan menguji
hipotesis-hipotesis itu untuk memperoleh pemecahan masalah
6. Mendorong
siswa mengadakan penemuan dan penilaian sendiri secara bebas
G.
Hubungan
Kreativitas dan Kecerdasan
Pembahasan tentang kreativitas sering dihubungkan
dengan kecerdasan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa siswa yang tingkat
kecerdasan (IQ) tinggi berbeda-beda kreativitasnya dan siswa kreativitasnya
tinggi berbeda-beda kecerdasannya. Dengan kata lain, siswa yang tinggi tingkat
kecerdasannya tidak selalu menunjukkan tingkat kreativitas yang tinggi, dan
banyak siswa yang tinggi kreativitasnya tidak selalu tinggi tingkat
kecerdasannya (Getzels dan Jaokson, 1962, dalam Riyanto, 2002).
Taylor dan Holland (1962) menerangkan bahwa
kecerdasan hanya memegang peranan kecil saja di dalam tingkah laku kreatif, dan
dengan demikian tidak memadai untuk dipakai sebagai ukuran kreativitas. Dalam
hubungan ini Klausmeier dan Ripple (1971) menjelaskan bahwa janganlah kita lalu
berkesimpulan atau mengharapkan bahwa siswa yang kecerdasannya (IQ-nya) rendah
atau normal akan dapat menjadi sama kreatifnya dengan siswa yang kecerdasannya
tinggi.

0 komentar:
Posting Komentar