topbella

Selasa, 01 Juli 2014

INTELEGENSI DAN KREATIVITAS



INTELEGENSI DAN KREATIVITAS

A.    Pengertian Intelegensi
Gagasan modern tentang kecerdasan pertama kali dikemukakan oleh Francis Galton (dalam Riyanto, 2002) yang sukses meneliti hubungan keluarga istimewa. Dimana dari 400 orang istimewa dengan berbagai golongan melahirkan keturunan yang istimewa juga. Di sini dapat disimpulkan bahwa kecerdasan itu terkait dengan gen (keturunan). Sedangkan secara morfologi menurut Hornby (1995; dalam Riyanto, 2002) Intelegensi berarti “the power of
learning, understanding, and reasoning, mental ability”. Intelegensi adalah kemampuan belajar, memahami dan memberikan alasan yang kesemuanya itu merupakan kemampuan mental.
B.     Multiple Intelegensi (kecerdasan Majemuk)
Gardner memetakan lingkup kemampuan manusia yang luas menjadi sembilan “kecerdasan dasar”, diantaranya:
1.      Kecerdasan Linguistik, kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik secara lisan (misalnya, pendongeng atau orator) maupun tertulis (misalnya, penulis drama atau wartawan)
2.      Kecerdasan Matematis-Logis, kecerdasan menggunakan angka dengan baik (misalnya, ahli matematika atau ahli statistik) dan melakukan penalaran yang benar (misalnya, ilmuan atau ahli logika)
3.      Kecerdasan Spasial, kemampuan mempersepsikan dunia spasial-visual secara akurat(misalnya, pemburu, pemandu atau pemburu) dan mentransformasikan persepsi dunia spasial-visual tersebut(misalnya dekorator interior atau arsitek).
4.      Kecerdasan Kinetis-jasmani, keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan (misalnya sebagai aktor atau penari).
5.      Kecerdasan Musikal, kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal, dengan cara mempersepsi (misalnya sebagai pemikat musik) membedakan musik (misalnya kritikus musik), mengubah (misalnya seorang komposer) dan mengekspresikan (misalnya sebagai penyanyi).
6.      Kecerdasan Interpersonal, kemampuan mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi serta perasaan orang lain.
7.      Kecerdasan Intrapersonal, kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut.
8.      Kecerdasan Naturalis, keahlian mengenali dan mengategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar.
9.      Kecerdasan Eksistensial, kecerdasan yang berhubungan dengan kapasitas dan kemampuan. (Gardner, 2003).
C.    Pengertian Kreativitas
Kreativitas adalah suatu proses yang menuntut keseimbangan dan aplikasi dari ketiga aspek esensial kecerdasan analisis, kreatif dan praktis, beberapa aspek yang ketika digunakan secara  kombinatif dan seimbang akan melahirkan kecerdasan kesuksesan.
D.    Berpikir Kreatif
Steve Cortis seorang pengusaha dan pakar kreativitas mengatakan “kita semua lahir dengan kreativitas dan jika Anda yakin Anda adalah orang kreatif, Anda akan menemukan cara yang kreatif untuk mengatasi masalah harian Anda dengan baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi Anda.”
Yang diperlukan dalam berpikir kreatif adalah rasa ingin tahu, kesanggupan mengambil resiko dan dorongan untuk membuat segalanya berhasil. Tanpa memulai upaya ini, musrahil menjadi orang kreatif.

E.     Ciri-ciri Kepribadian Kreatif cukup baik
Sund (dalam Riyanto, 2002) menyatakan bahwa individu dengan potensi kreatif dapat di kenal melalui pengamatan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Hasrat keingintahuan yang cukup besar
2.      Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru
3.      Panjang/banyak akal
4.      Keingintahuan untuk menemukan dan meneliti
5.      Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan
6.      Memiliki dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas
7.      Berpikir fleksibel
8.      Menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban lebih banyak
9.      Kemampuan membuat analisis dan sintesis
10.  Memiliki semangat bertanya serta meneliti
11.  Memiliki daya abstraksi yang cukup baik
12.  Memiliki latar belakang membaca yang cukup luas    

F.   Cara Mengajarkan Kreatif
Menurur Klausmeimer, langkah-langkah yang diperlukan dalam pembentukan keterampilan dalam memecahkan masalah berlaku pula untuk pembentukan kreativitas. Sekolah dapat menolong siswa mengembangkan keterampilan memecahkan masalah dan sekaligus mengembangkan kreativitas melalui langkah-langkah sebagi berikut:
1.      Menolong siswa mengenal masalah-masalah untuk dipecahkan
2.      Menolong siswa menemukan informasi, pengertian-pengertian, asas-asas, dan metode-metode yang perlu untuk memecahkan masalah.
3.      Menolong siswa merumuskan dan membatasi masalah
4.      Menolong siswa mengalah dan kemudian menerapkan informasi, pengertiaan, asas-asas, dan metode-metode itu pada masalah tersebut untuk memperoleh kemungkinan-kemungkinan pemecahan (hipotesis)
5.      Mendorong siswa  merumuskan dan menguji hipotesis-hipotesis itu untuk memperoleh pemecahan masalah
6.      Mendorong siswa mengadakan penemuan dan penilaian sendiri secara bebas

G.    Hubungan Kreativitas dan Kecerdasan
Pembahasan tentang kreativitas sering dihubungkan dengan kecerdasan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa siswa yang tingkat kecerdasan (IQ) tinggi berbeda-beda kreativitasnya dan siswa kreativitasnya tinggi berbeda-beda kecerdasannya. Dengan kata lain, siswa yang tinggi tingkat kecerdasannya tidak selalu menunjukkan tingkat kreativitas yang tinggi, dan banyak siswa yang tinggi kreativitasnya tidak selalu tinggi tingkat kecerdasannya (Getzels dan Jaokson, 1962, dalam Riyanto, 2002).
Taylor dan Holland (1962) menerangkan bahwa kecerdasan hanya memegang peranan kecil saja di dalam tingkah laku kreatif, dan dengan demikian tidak memadai untuk dipakai sebagai ukuran kreativitas. Dalam hubungan ini Klausmeier dan Ripple (1971) menjelaskan bahwa janganlah kita lalu berkesimpulan atau mengharapkan bahwa siswa yang kecerdasannya (IQ-nya) rendah atau normal akan dapat menjadi sama kreatifnya dengan siswa yang kecerdasannya tinggi.

0 komentar:

Posting Komentar

Cinta tidak harus memiliki. Tapi sekali kita memiliki cinta, bahagiakanlah dia.

Foto Saya
Nurasyia Fitriani
Lihat profil lengkapku