Mahasiswa yang bangga dengan IPK
3.5 (wajib baca)
Artikel ini adalah sebuah tulisan
yang dibuat untuk menggambarkan keadaan mahasiswa pada zaman sekarang.
Jika
kita sadari, mahasiswa di era pasca soeharto lengser cenderung lebih berbeda
dibanding dengan mahasiswa sebelum soeharto lengser. senggaknya mahasiswa di
jaman orde baru lebih punya prinsip buat ngadain gerakan-gerakan. Nggak cuma
gerakan demo, tapi juga lobi-lobi ke pemerintahan.
Sekarang?
Hampir sebagian besar mahasiswa hanya memikirkan bagaimana caranya meningkatkan IPK, lulus sebelum 4 tahun, dan kerja di perusahan besar. faktanya mahasiswa jaman sekarang (nggak tau sengaja atau nggak) dibuat biar lebih fokus ke bidang akademiknya. Itu bahasa halusnya. Kalau kenyataan sebenarnya, yaa…mahasiswa dibikin cupu. Dibikin gimana caranya jadi kutu buku, tiap hari cuma berangkat kuliah, masuk kelas, dengerin dosen, tidur di kelas, ngerjain tugas, lobi dosen biar dapet nilai bagus. Kalo diitung di kampus, jumlah mahasiswa yang mau mikir kondisi kampusnya, lingkungannya, atau malah negaranya, dibanding jumlah mahasiswa yang boro-boro mikir orang lain, buat mikir dirinya sendiri bahkan doi bersedia nyikut kawannya. Mahasiswa yang lebih ngejar target IPK dan lulus cepet, ketimbang mahasiswa yang menikmati kuliahnya dengan berbagai kegiatan non akademik.
SEKALI LAGI!
BUKAN MAHASISWA JAMAN SEKARANG YANG SALAH.
BUKAN MAHASISWA JAMAN SEKARANG YANG SALAH.
Menurut
analisis penulis mahasiswa jaman sekarang sengaja dibikin nggak vokal, baik
merespon lingkungannya, terhadap sikap pemerintah pusat dan daerah, atau juga
terhadap orang-orang di sekitarnya. Kenapa?
Berikut
analisis penulis, Yang pertama, secara nggak sadar, Rezim jaman SBY beda-beda
tipis sama rezimnya Soeharto. Nggak percaya? Yaa…walau kedoknya negara
demokrasi, bebas korupsi, kebebasan berpendapat, tapi faktanya kroni-kroninya
SBY di partai sama di keluarganya pada mainin proyek negara. Korupsi kurang
lebih bahasa jaman sekarangnya. Nah, kalo mahasiswa jaman dulu, mereka langsung
sadar kalo Kroninya Soeharto korup.
Sekarang? Jaman SBY? Orang birokrat udah belajar dari jaman kesalahan Soeharto. Kalo mahasiswa dibiarin liar di kampusnya, dikasih ruang bebas buat berorganisasi atau respek ke lingkungannya, yang ada mereka sadar kalo sekarang jaman udah lagi nggak bener. Maka dari itu dibikin kurikulum kampus yang lebih ketat. Target IPK 3 lah, lulus di bawah 4 tahun.
Sekarang? Jaman SBY? Orang birokrat udah belajar dari jaman kesalahan Soeharto. Kalo mahasiswa dibiarin liar di kampusnya, dikasih ruang bebas buat berorganisasi atau respek ke lingkungannya, yang ada mereka sadar kalo sekarang jaman udah lagi nggak bener. Maka dari itu dibikin kurikulum kampus yang lebih ketat. Target IPK 3 lah, lulus di bawah 4 tahun.
Yang kedua, 5-10 tahun ke depan, yang bakalan ngurus
negara Indonesia tercinta mau nggak mau
ya mahasiswa yang kuliah kan? Nah, kalo mahasiswa yang kuliah dibiarin liar di
kampusnya, belajar organisasi, terus tiba-tiba sadar mereka masih dibodohi
asing jaman modern, pasti mereka bakal berontak.
Nah, strategi asing, ya dibikin gimana caranya biar mahasiswa yang lulus dari kampusnya buat puas dengan gaji sedikit di atas perusahaan pribumi, terus menikmati hasil ngacung mereka di perusahaan asing. Kalo mahasiswa sadar, 5-10 tahun lagi asing pasti bakal terancam. Kenapa? Bayangin aja sekarang. Berapa perjanjian ekspor impor yang merugikan Indonesia? Contoh gampang yang baru kejadian, Indonesia punya banyak garam, tapi menteri perdagangannya malah impor garam. Nah lo? Nyambungnya? Ya Intervensi asing.
Nah, strategi asing, ya dibikin gimana caranya biar mahasiswa yang lulus dari kampusnya buat puas dengan gaji sedikit di atas perusahaan pribumi, terus menikmati hasil ngacung mereka di perusahaan asing. Kalo mahasiswa sadar, 5-10 tahun lagi asing pasti bakal terancam. Kenapa? Bayangin aja sekarang. Berapa perjanjian ekspor impor yang merugikan Indonesia? Contoh gampang yang baru kejadian, Indonesia punya banyak garam, tapi menteri perdagangannya malah impor garam. Nah lo? Nyambungnya? Ya Intervensi asing.
Nggak
cuma itu. Sekarang, coba pikir lagi, 5-10 tahun, minyak sama hutan bakal jadi
barang langka dan penting. Asing di Indonesia udah mulai ancang-ancang noh!
Pake perusahaan, csr, greenpeace, bla bla bla. Nah? Kalo mahasiswa nyadar orang
indonesia cuma jadi kacung di negaranya, ya asing merasa terancam. Maka
dibuatlah gimana caranya mahasiswa lulus dengan kemampuan akademik aja, biar
nggak punya jiwa kepemimpinan, terus puas dengan kedudukan STAF PERUSAHAAN
ASING di negaranya sendiri.
Oiya,
perlu ditekankan lagi. Penulis nggak
mendiskreditkan mahasiswa jaman sekarang. Karena status ane sekarang juga masih
mahasiswa. Tapi yang terjadi sekarang, sistemnya emang dibikin gitu. mahasiswa
diberi ruang sempit buat melakukan aktivitas diluar doktrin akademik. Intinya
24 jam dalam 7 hari, mahasiswa disuruh baca buku doang!
Sebenernya
sih mahasiswa yang nyadar juga ada. Ada juga mahasiswa sekarang yang mulai
bikin gerakan sosial. Misalnya di twitter, facebook, forum. Yaa..termasuk
kaskus juga. Di dunia nyata, banyak juga mahasiswa yang bikin gerakan sosial
yang intinya ngembangin potensinya. Tapi itu hanya sebagian kecil saja.
Ini bukan jaman penjajahan klasik
kayak jaman jepang, belanda, inggris jajah indonesia sebelum 1945. Ini jaman
penjajahan model baru. Nggak cuma orang asing, bangsa sendiri yang cuma mikir
mbuncitin perut mereka juga penjajah model baru.
sumber http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016402369/buat-mahasiswa-yang-cuma-bangga-sama-ip-35-wajib-baca/
sumber http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016402369/buat-mahasiswa-yang-cuma-bangga-sama-ip-35-wajib-baca/

0 komentar:
Posting Komentar